CARA MEMILIH ISTRI SHOLEHAH
CARA MEMILIH ISTRI SHOLEHAH
Dalam semua pernikahan ada beberapa keadaan yang harus
dititik beratkan diantaranya adalah apa yang dimiliki suami harus kufu’(seimbang)
dengan apa yang dimiliki istri, berdasarkan hadits Nabi Saw. Bersabda : “pernikahan
itu seumpama berbudakan, maka hendaknya salah seorang kalian memperhatikan
dimana harus meletakkan kemuliaannya. Maka janganlah menikahi perempuan kecuali
dengan laki-laki yang (sekufu) seimbang.”
Yang dimaksud seimbang atau hampir seimbang menurut
pandangan para ulama ialah, meliputi Agama, Nasab, Bentuk tubuhnya, Harta benda
dan pekerjaan. Seorang suami dalam melakukan pernikahan seharusnya niat
mengikuti sunnah Rasul, dan memperbanyak ummat Nabi SAW. Kemudian berbuat baik
dalam kepemimpinan, menunjukkan istrinya kepada yang hak, memelihara
nilai-nilai agama dan mengharap keturunanyang shaleh yang mendoakannya kelak.
Rasullullah SAW bersabda :
اِنَّمَا الْاَعْمَالُ بِاالنِّيَّاتِ اِنَّمَا
لِكُلِّ امْرِىءٍ مَا نَوَى
Artinya :
Sesungguhnya perbuatan itu bergantung kepada niat,
sesungguhnya setiap perbuatan tergantung dari apa yang diniatkannya.
Sedangkan hal-hal
yang perlu diperhatikan pada pribadi seorang istri adalah tidak ada sesuatu
yang menolah pernikahan seperti dalam keadaan iddah dar suami pertama, mengerti
makna yang terdapat di dalam dua kalimat syahadat dan memeluk Islam.
Nabi SAW bersabda :
“Seorang perempuan itu dinikahi karena sebab hartanya,
kecantikannya, nasabnya dan agamanya, maka hendaklah engkau nikahi perempuan
karena Agamanya, maka kamu bahagia.”
Nabi Muhammad SAW bersabda :
“Barang siapa yang menikahi wanita karena hartanya dan
kecantikannya, maka harta dan kecantikan wanita itu akan dihilangkan oleh Allah
SWT, dan barang siapa yang menikahi wanita karena Agamanya, makla Allah akan
memberi rizki pada harta dan kecantikannya”.
Nabi Muhammad SAW bersabda :
“Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, bisa jadi
kecantikannya akan membawanya ke lembah kehinaan. Dan jangan kamu menikahi
wanita karena hartanya, bisa jadi dengan hartanya dia akan berbuat serong.” Dan
seharusnya kamu kawin dengan wanita yang memiliki pribadi yang baik.
Nabi Muhammad SAW bersabda :
“Mohonlah perlindungan kepada Allah SWT, dari perkara yang
dibenci. Mereka bertanya, “apakah perkara yang dibenci itu Ya Rasulallah?”
beliau menjawab : “perkara yang dibenci itu aalah (1) pemimpin yang berkhianat,
(2) Tetangga yang jelek akhlaknya, kedua matanya memandangmu sedangkan hatinya
berpaling darimu. Jika dia melihat kebaikan maka dia menutup matanya, sedangkan
jika melihat kejelekan, dia berusaha menyebarkannya, (3) wanita yang
menumbuhkan uban sebelum waktunya.”
Wanita yang dinikahi tidak mandul, karena Nabi SAW. Bersabda
:
“kawinlah kalian dengan wanita penyayang dan melahirkan anak
yang banyak, karena sesungguhnya aku akan membanggakan jumlah kalian dihadapan
umat lain. Dan janganlah kamu kawain dengan wanita yang tua dan mandul, karena
sesungguhnya anak=anak dari seorang muslim berada dibawah bayang bayang Arasy. Mereka
dikumpulkan oleh bapaknya, yaitu Nabi Ibrahim, kekasih Allah SWT. Mereka memohon
ampnan untuk orang tua mereka.”
Wanita yang dinikahi hendaknya perawan, Nabi SAW, bersabda :
“Hendaklah kalian kawin dengan wanita-wanita perawan. Karena mereka lebih
bersih mulutnya, lebih subur kuat birahinya, dan bagis pribadinya.”
Wanita yang dinikahi adalah orang lain, karena Nabi SAW. Bersabda
: “Janganlah kalian kawin dengan wanita yang masih ada hubungan keluarga karena
anak yang dilahirkan akan kurus.”
Anak yang lahir kurus karena lemah syahwat. Tidak sama jika
istri bukan berasal dari kerabat sendiri. Karena perempuan dari kerabat sendiri
hanya mempu membangkitkan kekuatan rasa untuk menghidupkan syahwat saja. Namun juka
dilihat dari sisi kehidupan dan keharmonisan, maka kawin dengan kerabat sendiri
adalah paling spesial. Sebab pperempuan yang masih ada hubungan kerabat jarang
sekali menghianati suaminya. Dia biasanya sabar jika suaminya menyakiti
hatinya, tidak menghina suaminya, tidak mudah tertarik pada laki-laki lain, dan
perasaan cemburu kekerabatan yang ada pada diri perempuan terhadap suaminya
tertanam melebihi perasaan cemburunya yang bersifat perjodohan keluarga.
Sifat-sifat seperti diatas, tidak mudah ditemukan pada
perempuan yang bukan kerabat, lebih-lebih apabila wanita yang masih kerabat itu
wajahnya cantik jelita, karena hal itu bisa lebih mendatangkan kerukunan dan
sejahtera. Hanya Allah Dzat yang memiliki Taufiq dan Hidayah.
Sumber : Fiqih Imam Syafi’i
Semoga bermanfaat...aamiin
Wallaahu a’lam.

0 Response to "CARA MEMILIH ISTRI SHOLEHAH"
Post a Comment