CARA PEMBESARAN IKAN NILA
CARA PEMBESARAN IKAN NILA
Setelah menebar benih ikan nila pada kolam, kini waktunya kita
melakukan pemeliharaan pada ikan nila. Ada beberapa hal penting yang harus
dilakukan dalam budidaya ikan nila yakni, teknik pengelulaan air, pemberian
pakan, dan pengendalian penyakit pada ikan nila
A. Pengelolaan air
Pengelolaan air merupakan hal yang paling penting untuk menjaga kualitas
air. Kualitas air bisa dilihat dari kandungan oksigen dan pH air.
Jika kadar oksigen pada kolam ikan nila mulai menurun, maka kita bisa
memberikan suplemen organik. Cair spesialis ikan GDM yang berfungsi untuk
menjaga kualitas air, karena bakteri yang terkandung dalam SOC GDM dapat
mengurai sisa pakan yang mengendap pada kolam sehingga dapat menekan kadar
amoniak dan gas H2S.
B. Pemberian pakan ikan nila
Ikan nila hanya membutuhkan pakan sebanyak 3% dari berat badannya setiap
hari. Kita dapat memberikan pakan pada ikan nila diwaktu pagi dan sore harinya.
Jangan lupa untuk mengukur berat badan ikan nila setiap dua minggu
sekali, dengan menggunakan sampel acak beberapa ikan nila. Dengan mengukur
berat badan ikan nila, maka kita dapat menentukan jumlah pakan yang diberikan
setiap harinya.
Cara perhitungan jumlah pakan ikan nila
Contoh :
·
Dalam satu kolam terdapat
2000 ekor dengan berat 8-10 gram/ekor.
·
Maka rata rata bobot ikan
nila yaitu (8+10) : 2 = 9 gram/ekor
·
Sehingga perhitungan pakan
ikan nila yaitu 9 X 2000 X 3 % = 540 gram atau 5,4 kg per harinya.
C. Pengendalian hama dan penyakit pada ikan nila
Pemicu terjadinya serangn penyakit pada ikan nila yaitu, karena ketidak
seimbangan antara ikan nila dengan agen penyakit sert lingkungan.
Berikut hama dan penyakit yang menyerang pada budidaya ikan nila, serta
cara mengendalikan hama dan penyakit ini :
·
Hama Notonecta
(bebeasan)
hama ini menyerang behih ikan nila yang masih kecil.
Cara membasmi hama notonecta :
Cara membasmi hama notonecta ini dengan menuangkan minyak tanah ke
permukaan air kolam sebanyak 500 cc/100 m2 untuk menekan populasi
notonecta. Karena minyak tanah memiliki sifat yang mengapung di air, dengan
demikian hama notonecta ini tidak dapat mengambil oksigen dari udara bebas dan
akhirnya hama ini akan mati.
Minyak tanah ini tidak berbahaya pada ikan, karena ikan nila umumnya
berada di dalam air.
Setelah hama notonecta ini mati, maka masukan air baru kedalam kolam
serta kita dapat membuka pembuangan air. Sehingga hama notonecta yang mati
dapat terbuang bersama dengn minyak tanah.
· Larva cybister (ucrit)
Hama larva cybister atau yang biasa dikenal
dengan nama ucrit atau kumbang air ini lebih berbahaya jika di banding
notonecta. Hama ini biasanya menyerang benih ikan nila.
Hama ucrit ini memiliki bentuk tubuh yang
memanjang seperti ulat dengan ukuran 3-5 cm, berwarna kehijauan, bergerak
cepat, memiliki taring yang berfungsi untuk menjepit badan ikan dan merobek
badan ikan.
Ucrit tumbuh baik pada lingkungan kolam
yang mengandung material organik.
Cara membasmi ucrit
-
Menangkap hama ucrit secara
manual dengan menggunakan alat tangkap berupa seser.
-
Atau bisa juga menggunakan
minyak tanah, dengan cara menyemprotkan minyak tanah ke permukaan kolam.
Setelah ucrit mati maka gantilah air kolam dengan yang baru.
· Penyakit Trichodina sp.
Penyakit Trichodina sp. Memiliki bentuk
seperti piring terbang. Trichodina sp. Merupakan ektoparasit yang menyerang ikan
nila pada bagian kulit dan insang. Penyakit ini berkembang biak dengan cara
membelahan yang berlangsung di tubuh inang, mudah berenang secara bebas, dapat
melepaskan diri dari inang dan mampu hidup lebih dari dua hari tanpa inang.
Cara mengobati ikan yang terserang
penyakit Trichodina sp.
Dengan cara merendam ikan nila yang sakit
kedalam larutan garam (NacL) 500-1000 mg/liter selama 24 jam.
· Penyakit bercak merah
Bercak merah biasanya di sebabkan bakteri
Aeromonas, Ciri-ciri ikan nila yang terkena penyakit bercak merah yaitu adanya
pendarahan pada bagian tubuh yang terserang sisik mengelupas, perut membusung,
ada borok/ luka, ikan terlihat lemah dan sering muncul pada permukaan kolam.
Penyakit bercak merah ini biasanya membuat
peternak ikan nila merasa kuatir, karena dapat menyebabkan kematian massal pada
ikan nila. Penyakit ini mudah menular pada ikan lain yang berada satu lokasi
kolam.
Cara pengobatan ikan yang terserang
penyakit bercak merah
Penyakit bercak merah ini dapat diobati
dengan menggunakan antibiotik, ikan nila yang dipelihara dengan menggunakan
kolam tanah atau beton, maka antibiotik ini dapat digunakan dengan cara menebar
dikolam atau pun juga dicampur pakan ikan nila.
Antibiotik yang ditebar di kolam yaitu berupa
PK atau bisa juga menggunakan obat lain yang serupa. Antibiotik PK ini dijual di toko-toko pertanian atau tokoi
akuarium. Cara penggunaannya pun cukup mudah, cukup ikuti dosis dan cara
penggunaannya yang tertera pada botol. Sedangkan antibiotik yang dicampur
dengan pakan ini beda lagi, kita dapat menggunakan antibiotik oxytetracyclin.
Dengan dosis 50 mg/kg pakan ikan nila. Antibiotik dapat dicampurkan dengan
pakan selama 7 hingga 10 hari sampai ikan terlihat sembuh. Antibiotik
oxytetracyclin ini dapat diperoleh di apotek.
sekian semoga bermanfaat
Wallaahu A'lam

0 Response to "CARA PEMBESARAN IKAN NILA"
Post a Comment